Hari ini, selepas bel pulang sekolah aku duduk menunggu dikoridor depan kelasku. Lima menit lagi biasanya dia datang. Tidak lama, ujung mataku menangkap dirinya sedang berjalan mendekati. Terkadang aku tidak ingin tahu kedatangannya karena ingin dia datang menyapaku duluan, tapi mata ini selalu menangkapnya lebih dulu. Akhirnya kami berjalan pulang.
Dia ingin membeli sebuah minuman cokelat, aku tidak begitu menginginkan minuman itu tapi aku menerima ajakannya. Kami berjalan dibawah langit sore dan semuanya terlihat begitu indah, tidak ada seorang sutradara disini yang mengarahkan semua menjadi indah. Ini hanya terjadi begitu saja. Aku, dia, langit dan minuman cokelat. Kami menikmati minuman cokelat sambil menunggu angkot. Kau tahu? Langit sore yang sudah mulai berwarna kemerahan dengan kendaraan yang mengepulkan asap ditambah lagi dengan suara-suara berisik, angin yang memaksa menembus setiap helai pakaian meminta untuk dirasakan, aroma dedaunan yang menusuk dan rasa minuman cokelat yang manis dilengkapi dengan kehadirannya membuat sore ini sangat sempurna. Aku turun duluan, tapi tangannya tidak melambai oh aku mengerti artinya ia tidak mengucapkan sebuah perpisahan...