Kamis, 23 Oktober 2014

Langit sore hari

Hari ini, selepas bel pulang sekolah aku duduk menunggu dikoridor depan kelasku. Lima menit lagi biasanya dia datang. Tidak lama, ujung mataku menangkap dirinya sedang berjalan mendekati. Terkadang aku tidak ingin tahu kedatangannya karena ingin dia datang menyapaku duluan, tapi mata ini selalu menangkapnya lebih dulu. Akhirnya kami berjalan pulang. 
Dia ingin membeli sebuah minuman cokelat, aku tidak begitu menginginkan minuman itu tapi aku menerima ajakannya. Kami berjalan dibawah langit sore dan semuanya terlihat begitu indah, tidak ada seorang sutradara disini yang mengarahkan semua menjadi indah. Ini hanya terjadi begitu saja. Aku, dia, langit dan minuman cokelat. Kami menikmati minuman cokelat sambil menunggu angkot. Kau tahu? Langit sore yang sudah mulai berwarna kemerahan dengan kendaraan yang mengepulkan asap ditambah lagi dengan suara-suara berisik, angin yang memaksa menembus setiap helai pakaian meminta untuk dirasakan, aroma dedaunan yang menusuk dan rasa minuman cokelat yang manis dilengkapi dengan kehadirannya membuat sore ini sangat sempurna. Aku turun duluan, tapi tangannya tidak melambai oh aku mengerti artinya ia tidak mengucapkan sebuah perpisahan...

Rabu, 22 Oktober 2014

Fire starter

sebut saja Sherly.
Cuaca malam ini sungguh tenang, meski tanpa bintang malam ini tetap menyenangkan. Kutengok jam dinding yang ada dikamarku, ini sudah jam lewat tengah malam. Tenggorokanku terasa kering, aku berjalan menuruni tangga untuk sekedar mencari segelas susu coklat cair dari kulkas. Lega rasanya membasuh tenggorokanku ini. Aku duduk-duduk di meja makan rumahku mencari-cari makanan sisa, bersyukur aku tidak mendapatkan apa-apa karena makan malam-malam begini malah bikin badanku makin lebar saja. Ah sudahlah mencari-carinya kuputuskan untuk menaiki tangga menuju kamarku, kudorong pintunya tercium aroma jeruk dari pengharum ruanganku. Sekarang waktu untuk beristirahat, aku akan tidur. Tapi... ada ribuan cerita merengek untuk kuingat kembali sehingga membuatku sulit tertidur. Baiklah kali ini aku mengalah, akan kubiarkan ingatanku mengingat saja. Hari yang indah, hari ini kutemukan susu milo berada di atas mejaku. Seseorang mengirimnya. Sederhana namun manis. Entah apa lagi idenya untuk esok hari, aku hanya tidak sabar merasakan kebahagiaan yang lain.